Orang kelahiran Mangsa “Karo” yang telah mencapai usia Dewasa, telah memiliki pula jiwa yang dewasa. Langka dan perbuatannya lebih terarah. Tetapi tidak menyimpang jauh dari karakter-nya ketika masih balita dan kanak-kanak. Masa remaja adalah masa bahagia. Masa remaja bagi orang kelahiran Mangsa “Karo” merupakan tantangan. Dia harus membuktikan keperkasaannya.
Karena ingin membela kawan dia sering terlibat dalam suatu perkelahian. Sepintas tampak urakan dan brutal, tetapi sebenarnya jiwanya baik. Rasa solidaritasnya sangat tinggi. Ceplas-ceplos dalam bicara, tegas tidak tedeng aling-aling. Kalau langkah dan perbuatannya itu ternyata salah maka dia tak segan pula untuk minta maaf. Sebaliknya kalau orang lain dipandang luput, diapun tidak segan-segan untuk bertindak dengan tegas. Tidak takut menghadapi siapapun, kalau dia yakin itu benar.
Karena ingin membela kawan dia sering terlibat dalam suatu perkelahian. Sepintas tampak urakan dan brutal, tetapi sebenarnya jiwanya baik. Rasa solidaritasnya sangat tinggi. Ceplas-ceplos dalam bicara, tegas tidak tedeng aling-aling. Kalau langkah dan perbuatannya itu ternyata salah maka dia tak segan pula untuk minta maaf. Sebaliknya kalau orang lain dipandang luput, diapun tidak segan-segan untuk bertindak dengan tegas. Tidak takut menghadapi siapapun, kalau dia yakin itu benar.





